Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Kamis, 01 November 2012

Analisis Indikator Limbah PH dan DHL


BAB I. PENDAHULUAN

Kegiatan industri dan teknologi, air yang telah digunakan (air limbah industri) tidak boleh langsung dibuang ke lingkungan karena dapat menyebabkan pencemaran. Air tersebut harus diolah terlebih dahulu agar mempunyai kualitas yang sama dengan kualitas air lingkungan. Jadi air limbah industri harus mengalami proses daur ulang sehingga dapat digunakan lagi atau dibuang kembali ke lingkungan tanpa menyebabkan pencemaran air lingkungan. Proses daur ulang air limbah industri adalah salah satu syarat yang harus dimiliki oleh industri yang berwawasan lingkungan..
 Pelaksanaan pembangunan disegala bidang mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif yaitu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, sedangkan dampak negatif  Salah satu nya adalah air limbah. Air limbah adalah hasil buangan dari sisa aktivitas pada suatu industri atau rumah tangga yang memiliki sifat cair karena kandungan air limbah adalah 99,9% air dan 0,1% bahan padat. Air limbah ini memiliki efek racun kepada lingkungan disekitarnya sehingga bisa mempengaruhi makhluk hidup didalamnya. Dapat menimbulkan pencemaran lingkungan terutama pada bidang industri2. Semakin maraknya ragam dan jumlah industri berskala kecil perlu mendapat perhatian tersendiri. Suatu proses produksi umumnya selalu menghasilkan limbah.. Makin banyak industri bermunculan, makin besar pula kuantitas limbah yang dihasilkan. Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan akhirnya akan merugikan manusia.
Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi  kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun.
Kualitas limbah menunjukkan spesifikasi limbah yang diukur dari kandungan pencemar dalam limbah. Kandungan pencemar dalam limbah terdiri dari berbagai parameter. Semakin sedikit parameter dan semakin kecil konsentrasi, menunjukkan peluang pencemar terhadap lingkungan semakin kecil.
Kualitas lingkungan dipengaruhi berbagai komponen yang ada dalam lingkungan itu seperti kualitas air, kepadatan penduduk, flora dan fauna, kesuburan tanah, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.
Adanya perubahan konsentrasi limbah menyebabkan terjadinya perubahan keadaan badan penerima. Kualitas air adalah variabel-variabel yang dapat mempengaruhi kehidupan biota air. Variabel-variabel tersebut meliputi: sifat fisika (warna, kekeruhan, dan temperatur) dan sifat kimia (kandungan oksigen, karbondioksida, pH, amoniak, dan alkalinitas). Dengan 3 metode tersebut dapat mengetahui pengolahan air limbah yang baik dan sesuai dengan tampa merusak ekosistem dan kesehatan lngkungan
Kualitas limbah dipengaruhi berbagai faktor Yaitu : volume air limbah, kandungan bahan pencemar, frekuensi pembuangan limbah. Penetapan standar kualitas limbah harus dihubungkan dengan kualitas lingkungan.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Limbah merupakan buangan atau sesuatu yang tidak terpakai, dapat berbentuk cair, gas dan padat .Limbah domestik adalah air buangan yang berasal dari limbah rumah tangga, seperti air bekas cucian, dapur, kamar mandi, dan toilet .Limbah cair domestik mengandung 99,9% air dan 0,1% zat padat. Zat padat terdiri dari 85% protein; 25% karbohidrat; 10% lemak dan sisanya zat anorganik terutama butiran pasir, garam-garam dan logam( Doraja,2012)
Gejala pencemaran yang terjadi dalam waktu singkat dapat diatasi dengan melihat sumber pencemaran lalu mengendalikannya. Tanda-tanda pencemaran ini gampang terlihat pada komponen lingkungan yang terkena pencemaran
Masalah pencemaran air menimbulkan beberapa akibat naik bersifat biologik, fisik maupun kimia (Pratiwi,2010)
Dampak pencemaran semula tidak begitu kelihatan. Namun setelah menjalani waktu yang relatif panjang dampak pencemaran kelihatan nyata dengan berbagai akibat yang ditimbulkan. Unsur-unsur lingkungan,mengalami perubahan kehidupan
Beberapa kelompok organisme dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran air adalah algae,bakteri,protozoa,makrovertebrata dan ikan (Pratiwi,2010)
Bahan pencemar yang terdapat dalam limbah industri ternyata telah memberikan dampak serius mengancam satu atau lebih unsur lingkungan: Jangkauan pencemar dalam jangka pendek maupun panjang tergantung pada sifat limbah,jenis, volume limbah, frekuensinya dan lamanya limbah berperan.
Teknik-Teknik Pengolahan air buangan yang telah dikembangkan secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan diantaranya 1) Pengolahan secara fisika 2) Pengolahan secara kimia dan 3) Pengolahan secara biologi (Sutiyono,2006)
Pengukuran fisik dapat dilakukan dengan memperhatikan warna, bau, dan rasa air sungai, kecepatan laju air dengan bola pingpong, penetrasi cahaya, dalam dan lebar sungai dan lainnya.
Parameter kimia untuk mengukur tingkat biodegradasi limbah organik adalah dengan mengukur nilai Chemical Oxygen Demand (COD), nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan pH limbah(Doraja 2012)
 Manakala pengukuran biologi dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman dan kelimpahan organisme air seperti plankton, benthos, serangga air, moluska, ikan dan lainnya sehingga diperoleh data yang valid. Pengukuran ketiga metode (faktor fisik, kimia dan biologi) merupakan metode paling tepat dan akurat dalam menentukan parameter kualitas perairan.
Untuk mengetahui kualitas air limbah adalah suhu,Daya hantar listrik DHL,Derajad keasaman (PH),Oksigen terlarut (DO),Kebutuhan oksigen kimiawi (COD),kebutuhan oksigen biologis (BOD) dan senyawa anion serta kation yang dominan. (Hadi,2005)
Limbah cair bersumber dari sisa buangan produksi atau pemakaian hasil produksi dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Pada umumnya limbah cair bersifat merugikan. Adapun kandungan limbah cair meliputi padatan, bahan buangan yang membutuhkan oksigen, mikroorganisme, komponen organik sintetik, nutrien tanaman, minyak, senyawa organik dan mineral, bahan radioaktif serta panas. Indikator yang dapat menentukan adanya limbah cair yaitu : nilai pH/keasamaan/alkanitas, suhu, warna, bau, rasa, jumlah padatan, nilai BOD, pencemaran mikroorganisme phatogen, kandungan minyak, kandungan logam berat, dan bahan radioaktif. Limbah padat merupakan hasil buangan industri atau domestik berupa padatan, lumpur dan bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan.Salah satu pengaturan secara kimiawi yaitu : 
1) PH
Keasaman atau kealkalian tnah (PH) adalah suatu parameter penunjuk keaktifan ion H dalam suatu larutan yang berkeseimbangan dengan H tidak terdisosiasi dari senyawa-senyawa dapat larut dan tidak larut yang ada dalam sistem (Poerwowidodo,1991)
Kapasitas keasaman menujukkan tkaran ion H  terdisosiasi ditambah H tidak terdisosiasi di dlaalm sistem air limbah (Poerwidodo,1992)
Nilai pH suatu perairan mencirikan keseimbangan antara asam dan basa dalam air dan merupakan pengukuran konsentrasi ion Hidrogen dalam air. Pengukuran pH dapat dilakukan secara potensiometri dengan menggunakan pH meter atau dengan perbandingan warna dengan menggunakan pH Universal
Salah satu kriteria kualitas air adalah derajat keasaman(pH). Pada dasarnya air yang baik adalah air yang tidak tercemar. Dalam kondisi yang demikian berarti air bersifat netral, sedangkan apabila di dalam perairan terdapat zat pencemar akan dapat berakibat sifat air berubah menjadi asam atau basa. Beberapa sifat fisis yang dipersyaratkan untuk air limbah yang boleh dibuang ke sungai antara lain: Nilai pH limbah cair adalah ukuran kemasaman atau kebasaan limbah. Air yang tidak tercemar memiliki pH antara 6.5-7.5. Sifat air bergantung pada besar kecilnya pH. Air yang memiliki pH lebih kecil dari pH normal akan bersifat masam, sedangkan air yang memilki pH lebih besar dari pH normal akan bersifat basa.
pH tanah menurun dengan menambahkan limbah padat perkotaan. Tampaknya pH tanah berkurang menambahkan sampah kota, karena meningkatkan organik dan bahan asam seperti: asam laktat, asetat asam dan asam amino (Alashty,2011)
Netralisasi dilakukan dengan mencampur limbah yang bersifat asam dengan limbah yang bersifat basa. Pencampuran dilakukan dalam suatu bak equalisasi atau tangki netralisasi.
Netralisasi dengan bahan kimia dilakukan dengan menambahkan bahan yang bersifat asam kuat atau basa kuat. Air limbah yang bersifat asam umumnya dinetralkan dengan larutan kapur (Ca(OH)2), soda kostik (NaOH) atau natrium karbonat (Na2CO3).
   Menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep-03/MNKLH/II/1991 tanggal 1 Februari 1991, ditetapkan bahwa air limbah pabrik yang boleh dibuang ke sungai atau lingkungan jika pH air limbah tersebut brkisar 6 sampai 9. Sedangkan menurut Surat Keputusan Gubenur Jawa Tengah No. KS.48/1987 tanggal 10 Nopember 1987 ditetapkan bahwa pH air limbah yang diperbolehkan adalah 6,5 sampai 8,5.
Perubahan yang ditimbulkan parameter fisika dalam air limbah yaitu: padatan, kekeruhan, bau, temperatur, daya hantar listrik dan warna.
2. DHL
Daya hantar listrik merupakan air untuk mengalirkan arus listrik yang terceminkan dari kadar padatan total dalam air dan suhu pada saat pengukuran. Konduktivitas limbah cair dlaam mengalirkan arus listrik bergantung pada mobilitas ion dan kadar yang terlarut di dalam limbah tersebut.( Candra,2007)
Daya hantar listrik/DHL  adalah gambaran numerik dari kemampuan air untuk meneruskan aliran listrik. Oleh karena itu semakin banyak garam-garam terlarut yang dapat terionisasi semakin tinggi pula nilai DHL (Effendi,2003)
Senyawa anorganik merupakan konduktor kuat dibandingkan dengan senyawa organik. Pengukuran daya hantar listrik ini untuk melihat keseimbangan kimiawi dalam air dan pengaruhnya terhadap kehidupan biota.
Daya Hantar Listrik/Konduktivitas menyatakan banyaknya ion-ion yang terkandung dalam suatu air buangan atau air sungai
Pada sungai-sungai besar kandungan DHL dapat mencpat 550 µmhos/cm.DHL bisak dikatakan normal di perairan bial bekisar antara 20-1500 µmhos/cm.(Fauzi,2001)
Daya hantar listrik adalah kemampuan air untuk mengalirkan arus listrik dan kemampuan tercermin dari kadar padatan total dalam air dan suhu pada saat pengukuran. Konduktivitas arus listrik mengalirkan arusnya tergantung pada mobilitas ion dan kadar yang terlarut. Senyawa anorganik merupakan konduktor kuat dibandingkan dengan senyawa organik. Konduktivitas listrik air secara langsung berkaitan dengan konsentrasi padatan terlarut terionisasi dalam air Ion dari padatan terlarut dalam air menciptakan kemampuan untuk air yang untuk melakukan arus listrik , yang dapat diukur menggunakan konvensional meter konduktivitas atau TDS meter.
Prinsip uji DHL, Daya hantar listrik diukur dengan elektroda konduktimeter dengan menggunakan larutan kalium klorida, KCl sebagai larutan baku pada suhu 25oC


DAFTAR PISTAKA


Alashty,Rahimi.Bahmanyar,M A.Sepanlou, Ghajar.2011 Change Of Ph, Organic Carbon (OC), Electrical Conductivity (EC), Nickel (Ni) And Chrome (Cr) In Soil And Concentration Of Ni And Cr In Radish And Lettuce Plants As Influenced By Three Year Application Of Municipal Compost. Journal of Agricultural Research Vol. 6(16)

Candra,Bidiman.2007.Pengantar kesehatan lingkungan.Buku kedokteran EGC.:Jakarta

Doraja,P H.Shovitri,Maya.Kuswytasari,ND.2012. Biodegradasi Limbah Domestik Dengan
Menggunakan Inokulum Alami Dari Tangki Septik. Jurnal Sains dan Seni Vol :1 (1)

Effendi,Hefni.2003.Telah kualitas air.Kanisius: Jogyakarta

Fauzi,Mhammad.2001. Faktor Fisika Dan Kimia Air Sungai Selagan Bengkulu Utara. Jurnal Natur Indonesia :2 (2)

Hadi,anwar.2005. Prinsip pengolahan pengambilan sampel lingkungan.Gramedia pustaka utama:Jakarta

Poerwowidodo.1991.Ganesa Tanah.CV Rajawali: Jakarta

Poerwowidodo.1992.Metode Selidik tanah.Usaha nasional:Surabaya

Setiyono.2006.Pemanfaatan Bittern Sebagai Kougulan Pdaa limbah cair Industri kertas.Jurnal Teknik Kimia Vol :1(1)



0 komentar:

Posting Komentar