Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 21 Januari 2014

IDENTIFIKASI GEJALA DEFISIENSI UNSUR HARA MOBILE DAN IMMOBILe SERTA PENYEMBUHANNYA


BAB.1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Saat ini tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang harus mempunyai suplai unsur hara yang mencukupi. Dengan unsur hara yang mencukupi bagi tanaman di harapkan tanaman dapat memproduksi lebih baik lagi. Pengertian dari unsur hara sendiri adalah merupakan suatu komponen yang dibutuhkan oleh tanaman baik dalam jumlah yang sedikit ataupun banyak yang diserap untuk membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan bagi tanaman yang optimal.
Biasanya untuk pemberian unsur hara bagi tanaman salah satuya dengan pemberian pemupukan yang mana pemberian pupuk yang seimbang. Pengertian dari pemupukan seimbang sendiri adalah pupuk yang diberikan  pada tanaman harus sesuai dengan kebutuhkan bagi tanaman itu sendiri. Untuk jumlah kebutuhan unsur hara untuk jenis tanaman-tanaman memiliki perbedaan sendiri.  Dalam unsur hara terdapat duajenis yaitu unsur hara esesnsial dan  unsur hara non esensial. Unsur hara esensial merupakan suatu kebutuhan bagi tanaman yang sangat dibutuhkan dan yang tidak bisa digantikan oleh semua jenis unsur hara apapun karena unsur ini sangat penting dan berpengaruh bagi metabolisme tanaman. Sedangan unsur non esensial adalah unsur hara yang tidak  terlalu dibutuhkan akan tetapi jika ada dapat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur hara esensial terdiri dari dua unsur hara yaitu  unsur hara mikro (Mo, Cu, Zn, Mn, Fe, Bo, dan Cl) dan unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) yang mana semuanya dapat diserap bagi tanaman.
      Akan tetapi pemaslahan saat ini baik di negara Indonesia maupun yang lainnya tanaman baik tanaman pangan, perkebunan, hias ataupun obat-obatan terkadang mengalami kelebihan dan kekuranagan unsur hara yang dapat menyebabkan berkurangnya pertumbuhan dan produktivitas dari tanaman sehingga tidak optimal. Para petani terkadang salah memikirkan bahwa dengan memberikan pupuk berlebihan dapat meningkatkan produksi tanaman. Akan  tetapi pemikiran seperti itu salah dan harus mulai dipahami dan dimengerti bahwa dalam pembrian nutrisi unsur hara bagi tanaman harus sesuai. Untuk ciri-ciri kekurangan ataupun kelebihan dari unsur hara sendiri baik makro maupun mikro sangat sulit dibedakan pada kalangan umum. Biasanya gejala paling mudah dilihat yang dialami pada tanaman yaitu berdampak pada morfologi bagi tanaman seperti warna daun berubah,ukuran batang,akar ,kurang sempurna buah dan lain-lain yang mana tiap unsur hara memiliki ciri-ciri yang spesifik dan slalu berbeda dengan yang lainnya.
Oleh sebab itu maka untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan unsur hara bagi tanaman yang berdampak pada produksi tanaman sebaiknya harus memiliki pengetahuan, pengalaman lebih dan mengetahui ciri-ciri dari gejala yang terlihat bagi tanaman. Dengan begitu maka diharapkan menjadi suatu pedoman bagi petani untuk memperbaiki kualitas bagi tanamannya dengan pemberian unsur hara yang cukup. Dalam laporan ini akan dijelaskan gejala kelebihan dan kekurangan unsur hara esensial (N dan Ca) pada tanaman jagung.

1.2 Tujuan
1.    Mahasiswa mampu mengidentifikasi gejala defisiensi unsur hara mobile dan cara penyembuhannya.
2.    Mahasiswa mampu mengidentifikasi gejala defisiensi unsur hara immobile dan cara penyembuhannya.











BAB.2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penjelasan Tanaman Jagung.
            Di Indonesia jagung merupakan makanan makanan pokok kedua dari tanaman padi. Sedangkan berdasarkan urutan bahan makanan pokok dunia,jagung berada di urutan ke tiga sebelum padi dan gandum (Aak,1993). Tanaman jagung (Zea Mays. L) merupakan tanaman pangan yang tumbuh dengan siklus hidupnya yaitu 80-150 hari. Tanaman jagung merupakan tanaman dikelompokan dalam tingkat tinggi karena tanaman jagung memiliki tingkat fotosintesis tinggi. Maka lokasi untuk menanam tanaman jagunf harus terbuka dan cukup dengan penyinaran matahari (Rochani,2008).
Untuk syarat tumbuh yaitu tanaman jagung tumbuh optimal pada tanah gembur, kemudian drainase baik, kelembaban tanah cukup, dan kelembaban tanah kurang dari 40% kapasitas lapang. Tanaman jagung juga mampu tumbuh baik pada berbagai jenis tanah apabila tanah mendapatkan pengelolaan yang baik dan sesuai. Pada tanah dengan tekstur lempung berdebu adalah tanah yang terbaik untuk pertumbuhan pada tanaman jagung (Novriani,2010). Untuk klasifikasi  tanaman jagung sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Spermatophyta
Sub division    : Angiospermae
Class                : Monocotyledoneae
Ordo                : Poales
Familia            : Poaceae
Genus              : Zea
Spesies            : Zea mays L.

2.2 Pengertian Unsur Hara.
            Untuk rendahnya ketersediaan unsur hara di dalam tanah akan mengakibatkan rendahnya tingkat kesuburan tanah. hal ini akan menjadi  salah satu faktor pembatas dari hasil produksi tanaman jagung. Dengan dilakukan  penambahan unsur hara sangat diperlukan, karena zat-zat yang terdapat dalam tanah yang sebelumnya tidak tersedia dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman maka dengan dilakukan pemupukan bagi  tanaman sehingga kebutuhan akan terpenuhi (Tania,2012).
Dalam hal ini pemupukan terdapat unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman. Dengan pemberian pupuk bagi tanaman sangat dibutuhkan terutama pada daerah  atau tanah yang berpH masam ,dengan sebagian besar unsur hara di dalam tanah tidak tersedia bagi tanaman (Novriani,2010). Pemupukan bertujuan untuk mengganti unsur hara yang hilang dan dilakukan menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman jagung dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman. Ketersediaan dari unsur hara yang lengkap dan berimbang yang dapat diserap bagi tanaman merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pertumbuhan dan produksi tanaman (Dewanto,2013).
            Unsur hara merupakan unsur yang sangat dibutuhkan bagi tanaman baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur hara memiliki fungsi yang berbeda pada setiap tubuh tanaman yaitu termasuk ionik, peran nzimatik, struktural dan peaturan (Christin, 2009). Unsur hara dibagi menjadi 2 jenis yaitu unsur hara essensial dan non essensial yang semua tergantung penyerapan dari tanaman terhadap kebutuhannya.
Berdasarkan tingkat kebutuhan unsur hara dibedakan menjadi 2 golongan yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang diserap tanaman dalam jumlah yang relatif banyak bagi tanaman,sebaliknya pada unsur hara mikro yang hanya diserap tanaman dalam jumlah sedikit (Redaksi PS,2005). Ada 6 unsur hara makro yang dapat diserap tanaman yaitu nitorgen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan sulfur (S) (Budiana, 2005). ) Sedangkan mikro elemen terdiri dari Boron (B),Clor (Cl),kalium (Ca), besi (Fe), mangan (Mn),molibden (Mo), dan zink (Zn). Unsur hara yang diperoleh tanaman dari dalam tanah atau larutan hara yaitu unsur N, S, K, B, Mg, Ca, Zn, Mo, Be, Mn, Na, Si.
Menurut Rosmarkam,(2002) menggusulkan bahwa perbedaan antara unsur hara makro dan mikro adalah 0,02%,kadar unsur hara lebih dari 0,02% dan bila kurang maka disebut dengan unsur hara mikro. Tetapi di lapang, banyak ditemukan bagi tanaman tertentu dan hidup pada tanah tertentu yang memiliki angka tersebut tidak tepat.           
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan hara di dalam tanah yang dapat diambil tanaman yaitu adalah total pasokan hara, kelembaban tanah dan aerasi, suhu tanah, dan sifat  fisik maupun kimia tanah. Hal ini semua merupakan faktor pada unsur hara semuanya. Jika dalam kondisi lingkungan tanah, unsur hara terjadi berlebihan dalam hal tertentu akan mengurangi kerja mikroorganisme mengolah unsur hara dalam proses pertumbuhan tanaman. Dan sebaliknya jika unsur hara dalam tanah sesuai maka kinerja mikroorganisme untuk mengolah unsur hara akan baik dan tanah menjadi subur(QingQiu,2008).
Untuk unsur hara makro dan miko jika diambil oleh tanaman dalam jumlah sedikit ataupun banyak akan berpengaruh dalam metabolisme tanaman.Gejala kekurangan unsur hara tergantung baik pada mobilitas dan peran unsur haranya. Biasanya terjadi batang kerdil dan daun, klorosis daun,klorosis seluruh,nekrosis daun,tinggi tanaman dan ukuran daun hampir sama dengan gejala yang lain (Christin,2009).
Oleh sebab itu maka tanaman harus diberikan nutrisi unsur hara yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan dari fase tanaman saat itu juga. Dalam proses pemupukan adalah salah satu kegiatan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan produksi tanaman. Ketersediaan pupuk dengan sumber hara  makro seperti N, P, dan K yang  cepat  direspons oleh tanaman saat ini semakin sulit diperoleh oleh kalangan masyarakat salah satunya  petani, sehingga diperlukan suatu informasi mengenai  ketersediaan unsur  hara di dalam tanah agar petani mengetahui unsur hara yang kahat di tanah tersebut (Nurdin,2008).

2.3 Pengertian Unsur hara Nitrogen (N).
            Unsur hara nitrogen adalah salah satu unsur hara makro yang sangat dibutuhkan bagi tanaman dalam jumlah banyak. Nitrogen adalah sumber primer yang membatasi unsur hara yang sebagian besar ekosistem yang ada di bumi (QingQiu,2008). Fungsi unsur nitrogen bagi tanaman sendiri yaitu sebagai pembentukan protein, daun-daunan dan berbagai persenyawaan organik lainnya.Tiap tanaman menyerap unsur hara nitrogen dalam bentuk amonium (NH4+) dan nitrat (NO3-). Untuk Keberadaan amonium (NH4+) sangat dinamis karena mudah berubah bentuk menjadi nitrat nitrogen (NO3-) akibat proses nitrifikasi oleh organisme tanah (Suwandi,2009).
Pengaruh unsur N pada tanaman tidak hanya pada daun saja tetapi jika pemberian N semakin tinggi maka semakin cepat juga sintesis karbohidrat yang diubah menjadi protein dan protoplasma. Unsur hara nitrogen banyak yang mengatakaan merupakan unsur hara yang berada dialam dan paling dinamis. Ketersedian jumlah unsur nitrogen yang terdapat di tanah dipengaruhi oleh faktor yaitu keseimbangan antara input dan output dalam suatu sistem tanah. Unsur nitrogen mempunyai sifat mudah hilang dari tanah akibat proses volatilasi aatu perkolasi air tanah, mudah berubah bentuk, dan mudah pula diserap tanaman dibandingkan dengan unsur hara yang lainnya. Untuk gejala pada tanaman kekurangan unsuh hara N dapat menyebabkan bermacam ciri-ciri yaitu pertumbuhan terhambat,kemudian tnaaman kerdil, daun menguning (Klorosis) serta mempengaruhi penyerapan unsur hara P  dan K untuk pembentukan protein dalam tanaman (Suwandi,2009).

2.4 Pengertian Unsur Hara Kalsium (Ca).
Kalsium merupakan unsur hara essensial yang ini diserap dalam bentuk Ca++. Dalam proses penyerapan unsur kalsium (Ca) dapat melalui aliran massa dan intersepsi akar. Sebagian besar kalsium terdapat dalam daun dalam bentuk kalsium pektat yaitu dalam lamella pada dinding sel. Adapun fungsi dari unsur klsium (Ca) yaitu sebagai penghubung dlaam pembuatan protein,menetralkan asam organik pada metabolisme, pertumbuhan akar, menguraikan bahan organik dan lainnya. Dengan banyak fungsi tersebut diharapkan tanaman slalu menyerap unsur kalsium bagi pertumbuhannya. Untuk sumber kalsium sendiri dapat di temukan antara lain yaitu dapat berasal dari batu-batu kapur dan sisa-sisa tanaman. Umumnya untuk aplikasi unsur kalsiumyaitu terdapat dalam senyawa kalsium klorida (CaCl2), gipsum (CaSO4.2H2O), kalsium karbonat atau kalsit (CaCO3), dolomit {CaMg(CO3)2}, kapur bakar (CaO) dan kapur hidrat (Ca(OH)2). Dolomit mengandung 23 % Ca dan 10.26 % Mg.
Jika tanah yang kekurangan unsur hara kalsium (Ca) maka salah satu cara termudah adalah pemberian pengapuran agar ketersediaan kalsium dalam tanah tersedia bagi tanaman. Untuk gejala kekurangan unsur hara kalsium (Ca) pada tanaman dapat dikenali dengan ciri yaitu terhambatnya pertumbuhan pucuk tanaman (titik tumbuh) kemudian pertumbuhan mengalami kekerdialan dan pada tahap akhir yaitu mati (Suwandi,2009). Asam humat (HA) merupakan sumber daya alam yang yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk pupuk sintetis untuk meningkatkan produksi tanaman. HA bersinergi dengan unsur hara Na, K, Mg, Zn, Ca, Fe, Cu dan berbagai elemen lainnya untuk mengatasi tertentu defisiensi unsur dalam tanah (Chang,2011).

2.5 Hubungan Unsur Hara Nitrogen dan Kalsium pada Tanaman Jagung.  
Untuk fungsi utama unsur hara nitrogen (N) bagi tanaman terutama pada tanaman jagung adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara menyeluruh khususnya  batang,cabang dan daun. Adapun kegunnaan unsur ini yaitu berperan dalam merangsang perkembangan dari anakan. Biasanya unsur hara nitrogen yang tersedia bagi tanaman akan mempengaruhi pembentukan protein, bagian vegetatif serta pembentukan berbeagai bahan organik lainnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa unsur hara nitrogen merupakan bahan yang pokok bagi tanaman hidup karena nitorgen hadir dalam satuan fundamental dalam protein,asam nukleat, klorofil dan senyawa organik lain.
            Pola serapan hara tanaman jagung dalam satu musim mengikuti pola akumulasi dari bahaan kering. Pada unsur hara N,P, dan K diserap tanaman jagung dalam 2 fase dan serapan unsur hara sangat cepat pada fase vegetatif dan pengisian bij jagung. Pada unsur N dan P diserap tnamaan jagung sampai mendekati kematangan jagung,dan unsur K pada saat silking. Sebagian besar usur N dan P dibawa ke titik tumbuh, batang, daun dan bunga jantan, lalu dialihkan ke biji. Sebanyak 2/3 sampai 3/4 usnru hara tertinggal pada batang jagung. Dengan demikian unsur N dan unsur P terangkut dari tanah melalui biji hingga pada proses pemanenan akan tetapi unsur K tidak.
            Unsur hara kalsium (Ca) mempunyai peran penting dalam pertumbuhan tanaman dan banyak di fisiologis bunga (Chang,2011). Unsur kalsium mempunyai peran penting dlaam struktur diding sel dan membran sel,pertumbuhan buah dan pembangunan serta kualitas buah. Hal ini dapat meningkatkan resistensi terhdapa bakteri,penyakit dan virus. Unsur hara kalsium diambil dari tanah dalam pemindahan ke daun akantetapi sangat sulit keluar dari daun ke buah (Rab,2012).
Pada unsur Kalsium (Ca) proses penyerpaan bagi tanaman dalam bentuk aliran massa dibandingakan dengan intersepsi maupun difusi. Pengetian aliran massa sendiri adalah gerakan unsur hara yang ada di dalam tanah menuju permukaan akar tanaman yang bersama dengan gerakan massa air. Aliran massa pada tanah sering disebut disebut juga konveksi, yang terdiri dari pergerakan dalam fase larutan maupun gas. Pada gerakan massa air di dalam tanah menuju permukaan akar tanaman berlangsung secara terus menerus karena diserap oleh akar dan menguap melalui transpirasi.


DAFTAR PUSTAKA
Aak.1993. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Jogyakarta: Kanisius.

Budiana, N. S. 2005. Memupuk Tanaman Hias. Jakarta: Seri Agrihobi.

Chang, L., dkk. 2012. Effects Of Calcium and Humic Acid Treatment On The Growth and Nutrient Uptake Of Oriental Lily. African Journal Of Biotechnology 11(9): 2218-2222.

Christin, H., dkk. 2009. Influence Of Iron, Potassium, Magnesium, and Nitrogen Deficiencies On The Growth And Development Of Sorghum (Sorghum Bicolor L.) And Sunflower (Helianthus Annuus L.) Seedlings. Journal Of Biotech Research (1): 64-71.

Dewanto, F. G., dkk. 2013. Pengaruh Pemupukan Anorganik dan Organik Terhadap Produksi Tanaman Jagung Sebagai Sumber Pakan. Zootek 32 (5): 1-8.

Novriani. 2010. Alternatif Pengelolaan Unsur Hara P (Fosfor) Pada Budidaya Jagung.  Agronobis 2(3): 42-49.

Nurdin, dkk. 2008. Pertumbuhan dan Hasil Jagung yang Dipupuk N, P, dan K Pada Tanah Vertisol Isimu Utara Kabupaten Gorontalo.  Tanah Trop 14(1): 49-56.

QingQiu, dkk. 2008. Effects Of Nitrogen On Plant-Microorganism Interaction. Journal Of Biosciences (2): 34-42

Rab, A., dan Ihsan, H. 2012. Foliar Application Of Calcium Chloride and Borax Influences Plant Growth, Yield, and Quality Of Tomato (Lycopersicon Esculentum Mill.) Fruit. Turk J Agric For(36): 695-701.

Redaksi, P. S. 2005. Media Tanam Untuk Tanaman Hias. Jakarta: Seri Agbrihobi.

Rochani, S. 2008. Bercocok Tanam Jagung. Jakarta: Azka.

Rosmakam, A., dkk. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Kanisius.

Suwandi. 2009. Menakar Kebutuhan Hara Tanaman Dalam Pengembangan Inovasi Budi Daya Sayuran Berkelanjutan.Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 2(2): 131-137.

Tania, N., dkk. 2012. Penegaruh Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Semi Pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian 1(1): 10-15.

1 komentar:

master togel mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar