Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 21 Januari 2014

TEKNOLOGI PRODUKSI BUDIDAYA JAGUNG


BAB.1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Jagung merupakan salah satu dari macam-macam tanaman palawija yang sering dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Jagung adalah bahan pangan alternatif yang paling baik menggantikan beras karena rata-rata masyarakat di Indonesia mengonsumsi menggunakan bahan beras yang dijadikan nasi. Jagung juga merupakan sumber penghasil karbohidrat setelah beras. Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia. Komoditas jagung mempunyai fungsi banyak, baik untuk pangan maupun pakan. Penggunaan jagung untuk pakan mencapai 50% dari total kebutuhan yang ada.
Banyak kegunaan yang dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman jagung selain sebagai makanan tetapi juga dapat dijadikan bahan seperti tepung, jagung rebus, jagung bakar dan lain-lain. Keunggulan lain yang penting dari tanaman jagung juga dapat diolah dalam bentuk tepung, makanan ringan atau digunakan untuk bahan baku pakan ternak. Hampir seluruh bagian yang ada  pada tanaman jagung dapat olah untuk keperluan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Dalam beberapa tahun ini industri pengolah jagung mengalami perkembangan yang tinggi sehingga berdampak pada permintaan bahan jagung yang terus meningkat. 
Dalam waktu lima tahun terakhir yaitu (2000-2004), kebutuhan akan jagung seperti bahan baku industri pakan, makanan dan minuman terus meningkat hingga mencapai 10-15 pertahun. Oleh sebab itu, ketersediaan bahan baku jagung sangat penting terhadap industri yang ada untuk meningkatkan kebutuhan manusia di Indonesia. Untuk meningkatkan produksi jagung tingkat nasional, baik dengan perluasan areal tanam maupun perluasan penggunaan benih unggul, mampu meningkatkan produksi jagung dari 6,26 juta ton pada tahun 1991 menjadi 10,91 juta ton pada tahun 2003. Namun dengan jumlah produksi jaugn yang besar tersebut masih belum mampu mencukupi kebutuhan yang ada, sehingga Indonesia masih melakukan impor. Produksi jagung nasional diperkirakan naik 4,24% per tahun, sehingga pada tahun 2009 perkirakan mencapai 13,98 juta ton dan tahun 2015 mencapai 17,93 juta ton. Dengan begitu bisa menutupi kebutuhan yang terus lama meningkat.
Untuk hasil tanaman jagung pada umumnya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yaitu masih belum optimalnya penyebaran dan penggunaan varietas unggul dimasyarakat yang melakukan budidaya, pemakaian pupuk yang belum tepat, penggunaan teknologi dan cara bercocok tanam yang masih belum baik dan lainnya. Salah satu solusi dalam usaha peningkatan produksi tanaman jagung di Indonesia dengan cara yaitu peningkatan taraf hidup petani dan memenuhi permintaan pasar sehingga perlu peningkatan produksi jagung dengan cara memenuhi standard baik pada kualitas dan kuantitas tiap varietas yang dihasilkan. Akan tetapi semua ini harus perlu dilakukan dengan mengetahui atau memahami karakteristik tanaman jagung yang dibudidaya sehingga akan berdampak pada tingkat produksi yang meningkat.

1.2 Tujuan
Pada acara Praktikum Teknologi Produksi Tanaman Pangan dan Perkebunan mengenai Teknologi Produksi Budidaya Jagung terdapat beberapa tujuan yang ingim dicapai antara lain :
1. Untuk mrmahami dan menerapkan prinsip teknik produksi jagung.
2. Untuk melatih keterampilan dalam menganalisa komponen teknologi produksi jagung

BAB.2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Diskrisi Tanaman Jagung
Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman terpenting di Indonesia setelah beras karena  jagung saat ini berperan sebagai bahan konsumsi dan pakan. Oleh sebab itu permintaan akan jagung selalu meningkat,Sehingga Indonesia melakukan impor yang jumlahnya cenderung selalu meningkat untuk menutupi permintaan yang tinggi (Suwignyo,2010).
 Produksi ekonomi jagung adalah berupa biji jagung yang merupakan sumber karbohidrat potensial untuk memenuhi bagi manusia. Pada perbedaan kandungan gizi jagung dapat dilihat warna biji kuning dan warna biji putih yaitu dengan nutrisi vitamin A (Polnaya.2012). Tanaman jagung memiliki potensi produksi tinggi terutama pada kondisi irigasi jikadibandingkan dengan tanaman lainnya. Produktivitas sebagian besar jagung tergantung pada kebutuhan dan manajemen gizinya terutama yang dari nitrogen, fosfor dan kalium (Quaye,2009).
Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman dengan berumah satu Monocious karena letak bunga jantan terpisah dengan bunga betina pada satu tanaman. Tanaman jagung termasuk dalam tanaman C4 yaitu mampu beradaptasi dengan baik pada faktor-faktor pembatas pertumbuhan dan hasil. Keunggulan sifat tersebut merupakan sifat fisiologis dan anatomis yang sangat mempengaruhi dalam hasil produksi. Klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Sub Divisi        : Angiospermae
Kelas               : Monocotiledonae
Ordo                : Poales
Famili               : Poaceae
Genus               : Zea
Species             : Zea mays L.


2.2 Morfologi Tanaman Jagung
2.2.1  Daun
Daun pada jagung dengan ciri yaitu berbuku-buku di batang, sedangkan pelepah daun  jagung menyelubungi ruas batang. Panjang daun jagung bermacam sekitar 30-150 cm dan lebar 4-15 dengan tulang daun jagung yang sangat keras. Tepi helaian daun yaitu halus dan bentuk yang berombak. Jumlah daun jagung tiap tanaman bermacam sekitar 12-18 helai.
2.2.2 Bunga
Tanaman jagung merupakan tanaman berumah satu (monocious) karena bunga jantan terbentuk pada ujung batang, sedangkan bunga betina terletak pada pertengahan batang. Diaman pada bunga jantan dan betina berada pada satu tanaman. Tanaman jagung bersifat protrandy, maka jagung mempunyai sifat penyerbukan silang.
2.2.3 Batang
Untuk batang jagung beruas-ruas yang jumlah sekitar 10-40 ruas, umumnya jagung tidak bercabang kecuali ketika muncul dari pangkal batang, yang terjadi pada jagung manis. Panjang batang sekitar 60-300 cm tergantung dari tipe jagung dan umur tanaman.
2.2.4 Perakaran
Sistem perakaran jagung bermcam-macam yaitu dari akar seminal yang tumbuh kebawah pada saat biji berkecambah, kemudian akar koronal yang tumbuh ke atas dari jaringan batang setelah plumula muncul, dan akar udara  yang tumbuh dari buku-buku di atas permukaan tanah.
2.2.5 Tongkol dan Biji
Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot. Setiap tongkol terdiri atas 10-16 baris biji yang jumlahnya selalu genap. Biji jagung terletak pada tongkol yang tersusun memanjang, Padatongkol tersimpan biji jagung yang menempel erat sedangkan pada buah jagung terdapat rambut yang memanjang hingga keluar dari pembungkus (Aak,1997).

2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Jagung
Posisi negara Indonesia yang berada di daerah tropis dan sebagai negara kepulauan sangat rawan terhadap adanya perubahan iklim. Dampak dari terjadinya pemanasan global akan menyebabkan terjadinya peningkatan muka air laut sehingga akan memberikan pengaruh yang sangat besar terdapat sekitar (Suwignyo,2010). Dengan adanya permaslahan tersebut tidak masalah bagi tanaman jagung dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang kering. Tanaman jagung dapat beradaptasi terhadap tanah dengan jenis tanah lempung berpasir atau tanah lempung dengan pH sekitar 6-8. Temperatur pertumbuhan optimal yaitu  24-30 °C. Kemudian curah hujan yang baik yaitu 85-200 mm/bulan. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air akan tetapi tidak berlebihan. Tanaman jagung terkadang juga dapat tumbuh pada curah hujan cukup tinggi dan kasar topografi. Montane hutan / padang rumput ini sangat cocok untuk jagung, sayuran eksotis (wortel, kubis, mentimun dan selada antara lain)(  Sowunmi,2010). Kemiringan tanah ideal kurang dari 8 %. Ketinggian yang baik  antara 1000 m -1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.

2.4 Budidaya Tanaman Jagung
Tanaman jagung adalah tanaman yang mampu tumbuh dengan segala macam keadaan baik kering pun tanaman jagung dapat tumbuh hingga panen. Jagung tidak membutuhkan persyaratan tanah yang berlebihan sehingga tanaman jagung sangat sesuai di tanam di Indonesia. Berikut tahapan budidaya jagung:
2.4.1 Penyiapan Lahan
Tujuan kegiatan penyiapan lahan untuk mempersiapkan tanah yang nantinya akan ditanami oleh benih jagung. Mekanisme penyiapan lahan sangat bergantung pada fisik tanah seperti tekstur tanah. Tanah dengan bertekstur berat perlu pengolahan yang intensif. Sebaliknya, tanah bertekstur ringan dapat dilakukan dengan teknik olah tanah konservasi seperti olah tanah minimum (OTM) atau tanpa olah tanah (TOT). Untuk lokasi tanaman jagung yang baik tidak tergenang air namun memiliki kadar air yang cukup. Selain itu pemilihan lokasi untuk tanaman jagung disesuaikan dengan syarat tumbuh (Rochani, 2007).
2.4.2 Penanaman
Kegiatan penanaman adalah proses transplantasi benih jagung ke dalam media tanamnya (tanah). Untuk mendapatkan hasil produksi yang tinggi pada jagung dihaapakan disesuaikan jumlah populasi benih jagung dengan luas tanam. Secara umum, kepadatan tanam anjuran adalah 66.667 tanaman/ha. Dapat dicapai dengan jarak tanam baris 75 cm, dan 20 cm dalam barisan dengan satu tanaman per lubang, atau jarak antarbaris 40 cm dengan dua tanaman per lubang.
2.4.3. Pemupukan
Rendahnya ketersediaan unsur hara di dalam tanah berdampak rendahnya tingkat kesuburan tanah,yang sangat berpengaruh dari hasil tanaman jagung. Dilakukan penambahan unsur hara sangat diperlukan, karena unsur hara yang terdapat dalam tanah yang tidak tersedia akan di tambah dengan dilakukan pemupukan (Tania,2012). Pemupukan adalah proses pemberian nutrisi dalam tanah yang ditanami tanaman untuk diserap tanaman sehingga mempengaruhi hasil produksi. Pemupukan yang baik pada umumnya yaitu dengan pemupukan secara berimbang untuk meningkatkan produksi jagung. Untuk tumbuh dengan baik pada tanaman memerlukan unsur hara pada proses pemupukan yaitu unsur hara esensial yaitu; unsur hara makro, hara mikro serta unsur lainya yang fungsinya untuk meningkatkan populasi mikroorganisme (Tania,2012).
Peningkatan pemakaian pupuk buatan pada tanaman maka berdampak makin kurang efektif dan efisien, serta mengakibatkan dampak yang kurang menguntungkan terhadap kondisi dalam tanah.Oleh sebab itu makin harus dilakukan pemanfaatan bahan organik dan pupuk hayati dalam pengelolaan hara tanah (Moelyohadi,2012). Di dalam tanah biasanya  terdapat unsur P berbentuk organik dan anorganik. P organik dan P anorganik merupakan sumber utama P bagi partumbuhan tanama salah satunya untuk tanaman jagung (Soplanit,2012).
2.4.4 Pengairan
Untuk irigasi yang baik pada tanaman jagung tidak terlalu di permaslahakan asalkan tanaman mendapatkan air dari irigasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Akan tetapi jika terlalu berlebihan dalam pemberian maka akan berpengauh produksi jagung bahkan tanaman jagung menjadi mati karena akarnya mengalami pembusukan.
2.4.5 Pemanenan
Kegiatan panen dilakukan pada saat biji telah masak fisiologis yang ditandai oleh adanya lapisan hitam pada biji padatanaman jagung. Tanda-tanda jagung siap panen yang benar yaitu:
(a) Umur tanaman mencapai maksimum, yakni setelah pengisian biji optimal.
(b) Daun menguning dan sebagian besar mulai mengering.
(c) Klobot sudah kering atau kuning.
(d) Bila klobot dibuka, biji terlihat mengkilap dan keras, bila ditekan dengan kuku tidak membekas pada biji.
(e) kadar air biji 25-35%.

2.5 Teknologi  Pada Tanaman Jagung
Mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi populasi yang berkembang hanya dapat dicapai melalui intensifikasi produksi pangan pada lahan tanaman yang ada dengan menggunakan (Fabunmi,2012). Salah satu teknologi untuk meningkatkan produktivitas suatu tanaman adalah menggunakan varietas unggul. Varietas unggul merupakan salah satu teknologi inovatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung, baik melalui peningkatan potensi daya hasil tanaman, maupun melalui peningkatan toleransi dan ketahanannya terhadap berbagai cekaman lingkungan biotik dan abiotik.  Dengan adanya varietas unggul bukan hanya berpengaruh pada tanaman jagung saja tetapi untuk meningkatkan pendapatan petani. Pada dasarnya varietas jagung digolongkan kedalam dua golongan varietas antara lain:
·         Varietas bersari bebas
Varietas bersari bebas adalah varietas yang benihnya dapat dipakai terus-menerus dari setiap pertanaman. Benih yang digunakan tentunya berasal dari tanaman atau tongkol yang mempunyai cirri-ciri dari varietas tersebut.
·         Varietas hibrida
Jagung varietas hibrida adalah keturunan pertama (F1) dari persilangan antara: varietas x varietas, varietas x galur, atau galur x galur. arietas hibrida yang akan diuraikan dibawah ini adalah keturunan pertama dari persilanggan yang melibatkan suatu galur. Untuk ketersediaan varietas tahan beruntun yang tinggi maka menghasilkan varietas hibrida, peningkatan jagung ditambah dengan permintaan pemerintah federal dikenakan untuk mengurangi impor beras, jagung dan gandum (Oyewo,2008).
Salah satu jenis jagung hibrida adalah varietas jagung nasional (hibrida BISI-2) mempunyai keunggulan yaitu potensi hasil tinggi, umur panen 103 hari, tahan terhadap penyakit bulai dan busuk buah, sedangkan varieas jagung lokal dibandingkan varietas ini yaitu kekurangan yaitu mempunyai umur panen lebih cepat sekitar 85 hari (Polnaya,2012). Tanaman hibrida pada umumnyadapat tumbuh dan berkembang dengan baik bila semua syarat-syarat terpenuhi(Warisno,1998). 


DAFTAR PUSTAKA

Aak.1993.Teknik Bercocok Tanam Jagung.Kanisius: Yogyakarta.

Fabunmi.Agbonlahor.2012. The Economics Of Maize Production Under Different Cowpea-Based Green Manure Practices In The Derived Savanna Zone Of Nigeria. Journal Of Organic Systems 7(2):5-13.

Moelyohadi,Yopie.Dkk.2012. Pemanfaatan Berbagai Jenis Pupuk Hayati Pada Budidaya Tanaman Jagung(Zea Mays. L) Efisien Hara Di Lahan Kering Marginal. Jurnal Lahan Suboptimal 1(1):31-39.

Oyewu,IO.Fabiyi,Y L.2008. Productivity of Maize Farmers’ in Surulere Local Government Area of Oyo State. International Journal of Agricultural Economics & Rural Development 1(2):25-34

Polnaya,F.Patty,JE.2012. Kajian Pertumbuhan Dan Produksi Varietas Jagung Lokal Dan Kacang Hijau Dalam Sistem Tumpangsari. J Agrologia 1(1): 42-50

Quaye,Amos Kojo.2009. Soil Water and Nitrogen Interaction Effects on Maize (Zea mays L.) Grown on a Vertisol. Journal Forestry,Horticulture and Soil Science 3(1): 1-11

Rochani,Siti.2007.Bercocok Tanam Jagung/AZP.Azka Press:Jakarta

Sowunmi,F.A.Akintola.2009. Effect of Climatic Variability on Maize Production in Nigeria. Research Journal of Environmental and Earth Sciences 2(1):19-30.

Soplanit,Mch.Soplanit,R.2012. Pengaruh Bokashi Ela Sagu Pada Berbagai Tingkat Kematangan Dan Pupuk Sp-36 Terhadap Serapan P Dan Pertumbuhan Jagung (Zea Mays L.) Pada Tanah Ultisol. J Agrologia 1(1):60-68.

Sumalini,K.Manjulatha,G.2012. Heritability, correlation and path coefficient analysis in maize. Maize Journal 1(2): 97 - 101

Suwignyo,Rujito Agus.Hayati,Renih.Mardiyanto.2010. Toleransi Tanaman Jagung Terhadap Salinitas Dengan Perlakuan Stres Awal Rendah. J. Agrivigor 10(1): 73-83.

Tania,Newar.Astina,Budi,Setia.2012. Penegaruh Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Semi Pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian 1(1):10-15.


Warisno.1998.Budidaya Jagung Hibrida.Kanisius:Yogyakarta.

2 komentar:

Raja Benih Sayuran mengatakan...

postingan yang bagus banget...semoga bermanfaat, ditunggu postingan selanjutnya. salam kenal dari:Jual Benih Sayuran

master togel mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar