Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 19 Maret 2013

laporan Desain rumah


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan setiap keluarga bahkan manusia. Rumah idaman dengan berbagai type bentuk dimulai dari desain rumah modern, sederhana, sampai dengan desain rumah minimalis banyak diminati oleh setiap orang sekarang. Dan banyak orang pula yang dapat mendisain sendiri sketsa rumah idaman yang ingin dibuat.
Rumah atau tempat tinggal mempunyai arti yaitu sebagai tempat tinggal dan tempat usaha tentu punya konsekwensi tersendiri. Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam mesketsa rumah dengan taman di dalam rumah adalah faktor kenyamanan. Kenyamanan sendiri adalah hal paling penting dan utama dimiliki oleh sebuah hunian dengan 2 fungsi berbeda, sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat ketengangan bagi yang menempatinya.
Kemudian ada faktor lain selain dari kenyamanan yang sangat penting dan juga harus memperhatikan yaitu sirkulasi penghuni rumah. Denah rumah sebaiknya direncanakan sebaik mungkin agar akses antara rumah (sebagai hunian yang bersifat privat) dan ruang rekreasi dapat seimbang. Sirkulasi penghuni juga penting diperhatikan untuk memastikan fungsi dari area private (rumah) dan area taman tidak menjadi satu.
Rumah yang direncanakan dengan baik dengan sebelumnya pastinya tidak akan menghamburkan dana yang berlebihan akibat kesalahan bangunan yang tidak terencana dengan baik. Ketepatan dalam menciptakan desain rumah yang berfungsi sebagai tempat tinggal untuk semua orang.
Anda bisa mendesain sendiri rumah dengan adanya keberadaan taman dengan berdasarkan jenis tanaman yang ingin anda tanam di sekitar rumah. Sebagai penyejuk, tanaman semak, tanaman merambat atau tanaman peneduh lainnya dapat digunakan. Desain bukaan jendela yang lebar membuat suasana lega dan menyatu dari halaman dapat dinikmati dari dalam rumah.Agar bisa memberika kesejukan ke dalam rumah.
Untuk pembuatan tamansendiri dengan segala elemen penyusunnya mampu memberikan keadaan yang lain dari tampilan rumah tinggal. Sejuk, dan nyaman adalah kesan yang dimunculkan dari sebuah taman. Umumnya, sebuah taman yang dibuat di halaman rumah tinggal akan mengikuti desain rumah itu sendiri sehingga tercipta keselarasan di antara keduanya.
Tujuan pembuatan taman harus jelas dan terarah, baik hanya untuk dinikmati keindahannya atau ada unsur lain. Pada umumnya, unsur keindahan menjadi tujuan utama, sedangkan unsur lainnya seperti ekologi, religi, sosial menjadi unsur pendukung. Namun, perubahan gaya hidup orang dari masa ke masa terus menciptakan arah tren tujuan pembuatan taman rumah.

1.2 Tujuan
Untuk menambah keterampilan mahasiswa dalam mendisain taman  dengan memanfaatkan salah satu program software komputer.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Seiring meningkatnya dampak perubahan iklim global dan terbatasnya lahan terbuka di kawasan perumahan, maka selain luasan yang harus dicapai juga perlu mempertimbangkan fungsi RTH sesuai karakteristik lingkungan perumahan serta bentukan RTH pada lahan perumahan yang terbatas (Hastuti,2011).
Pada hakikatnya suatu karya Arsitektur adalah hasil dari usaha manusia menciptakan lingkungan yang utuh untuk menampung kebutuhan manusia bertempat tinggal, berusaha atau bersosial budaya.(Zubaidi,2009).
 Peranan lansekap yang banyak ini membuat banyak arsitek maupun lansekap arsitek mengacu pendisainan pada berbagai macam lanskap seperti lanskap Eropa, Cina maupun Jepang.(Pujianto,-).
Turan dalam Zubaidi, (2009) membagi arsitektur dilihat dalam dua bagian, yaitu vernakular sebagai sebuah proses dan vernakular sebagai sebuah produk. Dan jug dijelaskan bahwa pada prosesnya arsitektur tidak memiliki atau punya identitas perancang(arsitek) secara jelas atau dengan kata lain arsitektur vernakular tidak dirancang oleh seorang arsitek, maksud dan tujuan merancang/membangun bukan dengan maksud menonjolkan diri, percaya dengan satu model bangunan tunggal dengan variasi bentuk yang terbatas, selain itu pada prosesnya arsitektur vernakular lebih alami respon terhadap lingkungan dan manusia sebagai pengguna, sifatnya alami, ukuran bangunan berbedabeda tidak mengacu pada standar perancangan bangunan tapi sematamata sesuai dengan kebutuhan.
Membuat taman sendiri tidak dapat sembarangan atau asl-asalan . Bila tak direncanakan dengan baik dan benar, bukan menciptakan pemandangan yang indah akan tetapi dapat mengotori pemandangan sekitar. Sebuah taman dibuat dengan tujuan untuk menghadirkan keindahan baik dalam pembuatnya ataupun orang lain yang melihatnya. Indah tidaknya sebuah taman ditentukan dari pemilihan material softscape dan hardscape, komposisi warna dan bentuk, serta keharmonisan desain secara keseluruhan.
Taman adalah tempat reflesing orang yang mana setelah seharian beraktifitas.Agar menarik bagi penglihat, sebaiknya taman pada rumah dapat dikasih ornament air mancur, kemudian bawahnya diberi kolam kecil dan diisi ikan koi merah bahkan ada juga taman yang dibuat seperti taman bermain. Taman juga sebagai pelengkap hunian yang biasanya disesuaikan dengan selera penghuninya. Salah satunya menerapkan konsep kolam.
Menurut Joga,(2007) dikatakan bahwa taman adalah kebun yang ditanami dengan berbagai bunga dan bagian dari alam.Begitu pula dengan bangunan rumah dan isinya. Taman rumah hadir sebagai pelaras antara lingkungan dalam dan luar rumah.
Sebuah taman selain dapat kita nikmati keindahannya juga dapat menimbulkan udara lingkungan segar.Disamping itu taman juga dapat menahan polusi udara ,sehingga rumah tinggal kita tetap bersih dari debu dan kotoran udara lainnya.(Suharso,2000).
Fungsi tanaman hias yaitu visual control (pengontrol pengelihatan), physical barriers (pembatas fisik), climate control (pengontrol iklim mikro), erosion control (pengontrol erosi), wildlife habitat (habitat kehidupan satwa), dan aesthetic values (nilai estetika/ keindahan).(Anggara,-).
Beberapa proses perencanaan sering diabaikan, padahal sebenarnya sangat menentukan dari segi bentuk keindahan taman yang dibuat nanti. Beberapa hal berikut harus diperhatikan agar taman yang tercipta benar-benar sesuai dengan keinginan dari pembuat.Dalam hal ini estetika taman dapat dinilai dari konsep dan penataan yang memperkuat sebuah gaya taman. Salah satu konsep taman yang sering dgunakan oleh masyarakat adalah  sebuah hunian adalah konsep minimalis baik taman ataupun rumah.
      Untuk membuat sebuah taman rumah tinggal, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga tampilan taman secara keseluruhan bisa dinikmati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merencanakan sebuah taman rumah tinggal yaitu tema yang akan digunakan, ketersediaan lahan (ruang), jenis tanaman (elemen lunak) yang hendak dipakai, warna taman yang ingin dimunculkan, aroma apa yang ingin diciptakan, dan terakhir dilengkapi dengan pembuatan sketsa.(Darmawan,2008)
Untuk membuat taman rumput hal pertama yang perlu diperhatikan adalah dimana letak taman rumput pada saat proses mendesain bangunanatau rumah tinggal.Kita dapat melakukan tamn –taman didepan dibelakang atau di tengah bangunan.Bial sudah terlanjur memiliki rumah dengan bangunan menutupi seluruh ruang-raung kita bisa mencoba memikirkan untuk merenovasi rumah terhadap taman.(Agustian,2009)
Dua hal pokok yang harus disiapkan dalam mebuat taman adalah persiapan desain atau konsep taman dan persipan teknis. Persiapan desain adalah pembuatan rancang gambar taman sesuai dengan konsep desain taman yang diinginkan.
Perlu adanya inovasi – inovasi kreatif  dalam hal mendisain taman. Dalam mendisain taman perlu memperhatikan factor – factor yang amat sangat penting bagi terciptanya taman yang baik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Fsktor – factor yang sangat mempengaruhi bagi terciptanya taman yang bernilai estetika yang tinggi adalah kebudayaan masyarakat setempat, topografi tanah, iklim, ,dan lain – lain. Yang terpenting, adalah kita harus memperhatikan tujuan mengapa taman itu dibuat (Sulistyantara, 1992).
Untuk membuat sebuah taman rumah tinggal, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga tampilan taman secara keseluruhan bisa dinikmati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merencanakan sebuah taman rumah tinggal yaitu tema yang akan digunakan, ketersediaan lahan (ruang), jenis tanaman (elemen lunak) yang hendak dipakai, warna taman yang ingin dimunculkan, aroma apa yang ingin diciptakan, dan terakhir dilengkapi dengan pembuatan sketsa. Penggunaan salah satu program komputer  yaitu perangkat lunak atau software membuat kemudahan untuk mendesain sebuah karya dimana didalam bagiannya terdapat fitur-fitur yang lengkap dalam sebuah pembuatan konsep taman khususnya taman rumah tinggal (Sadiman, 2010).
Untuk membuat desain taman dan rumah, harus memperhatikan beberapa pekerjaan teknis yang akan dilakukan untukmembuat taman. Berikut uraiannya.
1. Menyiapkan Lahan
Proses menyiapkan lokasi taman ini diikuti dengan proses ruangan keja sebagai rencana taman. Dlaam proses revisi ini akan dilakukan beberapa hal misalnya menghapus desain ntwrior,pintu dan jendela selanjutnya adalah merevisi desain ruangan taman.(siahaan,2010)
Selain untuk mempersipkan lahan tanam yang siap ditanami dengan spesifik yang benar, proses ini juga membebaskan lahan dari tanaman gulma berkembang dan akan mengganggu pertumbuhan tanaman nantinya. Terkadang orang tidak sabar untuk segera atau langsung menanam sehingga hasilnya sering mengecewakan: tanaman mati dan tidak tumbuh baik karena terganggu gulma.

Dalam proses ini perencanaan dan pembuatan jalan setapak pada taman dilakukan. Elemen ini sangat penting untuk jalur sirkulasi di taman sehingga segala aktivitas di taman yang dilakukan kemudian hari tidak mengganggu keberlangsungan tanaman tumbuh. Sesuai dengan luasnya taman, desain dan material jalan setapak bisa dibuat dalam berbagai pilihan yang mana nantinya dapat menguntungkan bagi orang yang membuat.

3. Menentukan Elemen Keras Taman (Hardscape)
Yang termasuk dalam elemen keras taman adalah aneka pot, bebatuan, lampu, dan aksesori lain yang akan dipakai sebagai pelengkap taman, baik yang berperan fungsional maupun estetis.
Elemen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras. Umumnya, elemen keras juga merupakan benda mati. Sementara, elemen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak. Umumnya, elemen lunak merupakan mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman (Hindarto,2009).

Aneka jenis tanaman, pilihannya direncanakan di proses ini. Hal yang dipertimbangkan menyangkut masalah jenis tanaman apa yang akan di tanam sesuai pembuatnya (perdu, semak, dan pelindung). bunga maupun daun sangat harus diperhatikan karena menentukan perpaduan taman yang tercipta dan harmonisasi antara taman dengan yang lainnya yang ada. Karakter setiap tanaman menyangkut: kecepatan tumbuh, bentuk tajuk, ketahanannya dalam merespon cuaca (baik panas matahari maupun hujan/air), menentukan pilihan jenis tanaman yang akan digunakan.

5. Penanaman dan Peletakar Hardscape
Penanaman tanaman pad taman dimulai dari jenis tanaman pelindung (yang tinggi) dan seterusnya adalah tanaman yang lebih rendah sampai ke tanaman penutup tanah. Penyebaran elemen keras pun harus diperhatikan seperti batu koral, kerikil, step stone, dan pemasangan lampu taman dan aksesori lain dilakukan setelah penanaman.

6. Pembersihan Lahan
Kegiatan pembersihan sampai sisa hasil pengerjaan taman. Setelah taman bersih dari sampah sisa, baru dilakukan penyiraman secukupnya. Dan selanjutnya dilakukan perawatan rutin seperti pemangkasan dan penyiraman yang teratur. Agar didapatkan tnaman yang ditanam di taman dapat tumbuh dan berkembang dengan indah dan sesuai dengan keinginan pemiliknya.
Dengan beberapa teknis yang sudah dijelaskan sebelum pembuatan dan pelaksanaan teknis dilakukan. Para pedisain taman dan rumah dapat mendisain menggunakan aplikasi software computer PUNCH HOME DESIGN ARSITEKTURAL. Software ini merupakan software untuk para desainer taman pemula yang memiliki fitur – fitur yang cukup lengkap. Dengan menggunakan software computer ini diharapkan orang dapat mengembangkan imajinasi dalam merancang taman rumah tempat tinggal (Soeseno, 1995).


DAFTAR PUSTAKA
Agustian,M.2010. Teknik Cpat Mendesain Dengan Home Design Architectual. Jogyakarta: ANDI OFFSET

Agustina,M.2009. 22 Ide Dan Konsep Rumah Dan Taman. Yogyakarta: ANDI OFFSET.

Anggara,Her Febrianta,dkk.-. Identifikasi Karakteristik Dan Fungsi Tanaman Hias Untuk Taman Rumah Di Dataran Medium Dan Dataran Rendah.  Yogyakarta:  Fakultas Pertanian Gadjah Mada.

Hastuti,E.2011. Kajian Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Perumahan. Standarisasi Vol 13(1):35-44.

Hindarto,P.2009.22 Ide dan Konsep Desain Rumah dan Taman. Yogyakarta :CV. ANDI

Joga,N.Puspitasari,Ita.2007.40 Inspirasi Desain Taman Minimalis. Jakarta: Griya Kreasi.

Pujianto, F.-. Desain Lansekap Taman Sari Objek Studi: Goa Sunyaragi Cirebon.Bandung: Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik.

Sadiman, I. 2010. Panduan Praktikum Pertamanan. Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jember

Suharso.2000.Taman Bau Artifisial. Jogyakrta:Kanisius.

Zubaidi,Fuad.2009. Arsitektur Kaili Sebagai Porses dan Produk Vernakular. Ruang:1(1)


0 komentar:

Posting Komentar