Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Jumat, 24 Agustus 2012

klasifikasi tanaman perkebunan


TANAMAN KAKAO


klasifikasi tanaman kakao:
Divisi     : Spermatophyta,
Clas        : Dicotyledoneae
Ordo       : Malvales
Famili     : Sterculiceae
Genus     : Theobroma
Spesies    : Theobroma cacao L.

TEORI
            Tanaman kakaomerupakan tanaman perkebunan.Habitanya berada di hutan tropis dengan naungan pohon-pohon yang tinggi, curah hujan cukup tinggi, suhu sama, dan kelembapan relative tinggi. Dalam habitat tersebut tanaman kakao akan tumbuh tinggi tetapi bunga dan buah sedikit.Tinggi kakao sangat bervariasi terantung faktor-faktor pendukungnya.

Pada akar:
            Pada akar tanaman kakao merupakan akar tunggang. Ukuran akar tanaman kakao untuk panjang lurus ke bawah kira-kira ± 15 meter dan akar untuk kesamping ± 8 meter. Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah, bercabang-cabang banyak  dan bercabang cabang lagi.Warna akarnya adalah kecoklatan. Perkembangan pada sebagian besar akar lateral tanaman kakao berada pada dekat permukaan tanah.Jangkauan akar lateral tanaman kakao dapat ternyata jauh dari proyeksi pada tajuk.Ujung pada akar tanaman kakao terapat cabang-cabang kecil yang susunannya tidak teratur (intercate).

Pada batang dan cabang:
            Diperkirakan tingi pada tanaman kakao yang berumur 3 tahun kurang lebih sekitar 1,8-3 meter, sedangkan umur 12 tahun kurang lebih 4,5-7 meter. Tinggi batang tanaman kakao diperngaruhi oleh intensitas naungan dan faktor-faktor yang mnunjang. Batang tanaman kakao bersifat dimorfisme yaitu mempunyai 2 tunas vegetatif, tunas yang tumbuh ke atas disebut ortrotop sedangkan tunas ke samping disebut plagiotrop. Tanaman kakao asal biji terus tumbuh akan berhenti dan membentuk jorket. Jorket adalah percabangan ortotrop ke plagiotrop dan khas hanya pada tanaman kakao. Perkembangan jorket didahului dengan berhentinya pertumbuhnya tunas ortotrop karena ruas-ruasnya tidak memanjang.

Pada daun:
Untuk daun sendiri mempunyai sifat demorfisme yaitu untuk plagiotrop diperkirakan kurang lebih pada daun 7,5-10 cm, sedangkan lebarnya 2,5 cm. Tangkai daunnya bersisik halus dan berbentuk silinder, bergantung tipenya. Sifat khusus lainnya adalah dua persendian yang terletak di pangkal dan ujung tangkai daun. Dengan persendiaan ini mampu membuat gerakan dengan datangnya sinar matahari. Bentuk helai daun bulat memanjang, ujung daun meruncing, dan pangkal daun runcing. Susunan tulang daun menyirip dan tulang daun menonjol ke permukaan bawah helai daun. Tepi daun merata, daging daun tipis tetapi kuat seperti perkamen.

Pada bunga:
              Untuk bunga tanaman kakao bisa mencpai 1000 sama dengan 12000 bunga. Tetapi hanya bisa menjadi buah hanya 1% saja. Kemudian bunga kakao termasuk bunga sempurna dikarenakan mempunyai 5 kelopak bunga dan 10 halai benang sari. Bunga kakao termasuk kouliflori yaitu bunganya tumbuh pada di bekas bagian ketiak daun di batang maupun cabang. Warnanya ke unguan atau kemerahan, tergantung kultivar dari kakao. Bunga  kakao berwarna putih, ungu, atau kemerahan.Warna terkuat pada benang sari dan daun mahkota.

Pada buah dan biji:
              Untuk buah kakao dagingnya lunak dan kulitnya tebal. Kalau masih muda biji kakao menempel ke dagingnya, tetapi kalau tua terlepas kulitnya. Buah ketika muda berwarna merah setelah masak berwarna jingga.Untuk bijinya dibungkus daging buah yang berwarna putih, rasa asam manis dan mengandung zat penghambat perkecambahan. Di dalam daging buah terdapat kulit biji yang membungkus dua kotiledon dan poros embrio. Biji kakao tidak memiliki masa dorman sehingga cepat berkecambah.




TANAMAN KOPI


klasifikasi:
Divisi : Spernatophyta
Clas    : Magnoliopsida
Ordo   : Rubiales
Famili  : Rubiceae
Genus  : Coffea
Spesies : Coffe arabica L

TEORI
          Kopi di indonesia banyak berasal dari kebun rakyat. Kopi dibudidayakan 400-800 m dpl dengan temperatur 21-24 derajad celsius. Tanaman kopi mempunyai 3 jenis yaitu arabika , liberika, dan robusta.

Pada batang dan cabang:
          Tanaman kopi  mempunyai pohon yang tegak dan beruas-ruas dan setiap ruasnya tumbuh kuncup daun. Pada ruas batang terdapat ortotrop  dan plagiotrop. Cabang plagiotrop primer hanya sekali tumbuh. Diketiak daun terdapat seri mata tunas, mata tunas dapat berkembang menjadi bunga dan atau menjadi cabang tergantung kondisi lingkungan.

Pada daun:
          Bentuk daun tanaman kopi bulat telur dan ujungnya agak runcing bulat, tumbuh pada batang dan cabang. Dan tersusun  berdamping pada plagiotrop dan selang seling pada batang ortrotop. Besar kecil dan tebal tipisnya tergantung pada jenisnya. Daun liberika lebih besar didandingkan robusta tetapi lebih kecil dengan arbika. Tergantung  pengaruh intensitas radiasi matahari.

Pada akar:
          Akar tanaman kopi termasuk akar unggang, akar lebar, akar rambut, bulu-bulu akar dan tudung akar.

Pada bunga:
          Pada bunga kopi terbentuk di ketiak-ketiak daun dari cabang plagiotrop, masing-masing ketiak menghasilkan tandan 4-5 yang terdiri dari masing-masing tanaman 3-5 kuntum bunga. Banyak sedikit bunga tergantung dengan jenisnya. Kopi liberika lebih sedikit dibandingkan robusta, robusta lebih sedikit dari arabika. Mahkota bunga berwarna putih dan jumlahnya tergantung dengan jenisnya. Demikian dengan panjang putik dan benang sari yang berbeda.Untuk penyerbukannya,arabika penyerbukan sendiri dan robusta dan liberika penyerbukan menyilang.

Pada buah:
          Pada buh kopi kalau masih muda berwarna  hijau sedangkan sudah tua berwarna merah.Setiap buah umumnya terdapat 2 buah biji di dalamnya. Masing-masing biji mempunyai  bidang datar dan bidang cembung. Buah kopi terdiri dari kulit buah dan kulit luar dan daging buah, sedangkan bijinya terdiri kulit keras, kulit ari, dan saluran lekukan.





TANAMAN KONJAC


KLASIFIKASI 
Difisi       : Spermatophyta
Subdifisi  : Angiospermae
Clas         : Monocotyledoceae
Ordo        : Arales
Family     : Araceae
Genus      : Amorphophallus
Spesies    : Amorphophallus variabilis B1/amorphophallus oncophillus/amorphophallus muelleri.


TEORI
Tanaman konjac merupakan tanaman tropis yang mana tanaman ini mengandung glukomanan yaitu rantai karbon linear fleksibel tidak bercabang mempunyai manfaat banyak funsi dari tanaman porang yaitu pada umbi sebagai bahan olah, baik makanan, kosmetik maupun industri. Kemudian dijadikan makanan, minuman, industri farmasi, kosmetika, dan pengobatan. Tanaman porang termasuk tanman semak dan berumbi di dalam tanah. Tanaman porang tumbuh 110-150 cm, dengan batang halus, tegak lunak, tangkai berwarna hijau hingga tua bergaris dan bercak. Batang tunggal akan memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang terdapat bintil berwarna coklat kehitaman sebagai alat perkmbangbiakan konjac. Tanaman konjac memerlukan naungan dengan kerapatan lebih 40% dan contoh kerapatan yaitu pohon jati.

Pada umbi:
          Pada umbi tanaman konjac ada dua jenis, yang pertama umbi batang karena umbinya berada pada di dalam tanah kmudian ada umbi bupil/tetas yang terdapat pada pangkal cabang. Untuk serat umbinya halus nyaris tak terlihat,hanya berupa titik-titik saja. Umbinya berkembang secara horizontal, melebar ke samping. Pada umbi batang berbentuk bulatan dengan bagian atasnya berlekuk dangkal bekas tumbuhnya tangkai. Umbi ini berfunsi penyimpan makanan. Umbi terdapat bagian kulit dan daging umbi. Pada umbi yang terlupas akan mengeluarkan getah yang licin yang menyebabkan rasa gatal di kulit. Daging umbi berwarna kuning yang berisi karbohidrat. Ukuran umbinya semakin besar seiring dengan mengering batang semu.

Pada akar:
          Pada akar tanaman konjac termasuk akar serabut yang mana berwarna putih, dan berguna untuk memperluas daerah penyerapan unsur hara pada tanah .

Pada batang:
          Batang tanaman konjac tegak lunak,dan berwarna hijau dengan bercak belang/totol putih. Pada setiap pertemuan batang terdapat bulbil yang mana bulbil tersebut sebagai  perkembangbiakan tanaman konjac. Batang akan membelah menjadi batang sekunder,kemudian menjadi tangkai daun. Pada batang menyatu dengan umbi dan merupakan sebagian kecil dari keseluruhan bongkol umbi. Pada perkembangan ,batang akan mengalami perubahan bentuk untuk menyimpan cadangan makanan.

Pada daun:
          Pangkal daun 3, kadang daun. Daun konjac menjari dengan warna hijau hingga cerah. Daun tanaman konjac dapat dikenali lewat pangkal daunnya, dikarenakan pada daerah itu terlihat bulatan kecil berwarna hijau hingga coklat sebagai tmpat tumbuh bulbil. Tangkai daun biasanya berukuran lebih besar dibandingkan dengan batangnya. Warna tangkai daun berwarna hijau muda dengan bercak/belang-belang.

 Pada bunga dan biji:
          Bunga akan muncul apabila energi yang ada sudah mencukupi untuk pembungaan. Sebelum bunga muncul semua daun termasuk tangkainya akan layu, berganti dengan bongkol buah dengan biji-biji kecilnya. Untuk tanaman konjac bisa menhasilkan biji kurang lebih sekitar 250 biji dan hanya tumbuh 40%.
          Bunga tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga. Kuntum bunga tidak sempurna dan berumah satu, berkumpul di sisi tongkol, dengan bunga jantan lebih tinggi daripada betian. Bunga akan mengeluarkan bau dan di bantu lalat untuk penyerbukan. Tanaman konjac tumbuh pada saat menginjak umur cukup dewasa yaitu 3 tahun lebih.

Perkembangan konjac:
          Perkembangan tanaman konjac ada dua cara yaitu vegeatif dan generatif. Perkembangbiakan bisa dilakukan:
1) Perkembangan dengan katak
          1 kg katak terdaat 100 butir katak.Pada musim panen disimpan dan pada musim hujan bisa ditanam pada lahan yang telah disiapkan.
2) Perkembangan dengan biji/buah
          Pada umur 3-4 tahun konjac menghasilkan bunga yang mana menjadi biji/buah.Pada satu tongkol buah bisa menghasilkan 250 butir digunkan sebagai bibit. Tunggu rontok dengan sendirinya.
3) Perkembangan dengan umbi
          Dengan umbi kecil dan besar, kalau yang kecil diperoleh dari pengurangan tanaman. Hasil pengurangan dapat dikumpulkan sebagai bibit. Sedangkan yang besar dilakukan dengan cara umbi yang besar dipecah-pecah sesuai selera dan ditanam pada lahan.





TANAMAN JAGUNG


Klasifikasi 
Divisi        : Spermatophyta
Sub divisi  : Angiospermae
Clas           : Monocothyledoceae
Ordo          :  Poales
Famili        : Poaceae
Genus         : Zea
Spesies       : Zea may L

TEORI
          Tanaman jagung termasuk tanaman biji-bijian dan termasuk keluarga rumput-rumputan. Tanaman jagung hidup dilahan kering dan termasuk tanaman semusim. Tanaman jagung tingginya bervariasi, pada umumnya sekitar 1-3m. Varietas tanaman jagung paling unggul yaitu jagung hibrida.

Pada akar:
          Akarnya akar serabut, yang tumbuh dipangkal batang,menyebar luas sebagai akar lateral yang toleran terhadap tanah kering maupun basah. Akar utama yang terluar berjumlah 20-30 buah sedangkan akar lateralnya panjangnya 2,5-25 cm. Sistem perakaran pada tanaman jagung terdiri dari akar-akar seminal, koronal, dan akar udara. Akar seminal merupakan akar radikal ditambah dengan sejumlah akar-akar lateral yang muncul sebagai akar adventif. Akar koronal merupakan akar yang tumbuh dari bagian dasar pangkal batang. Akar udara berfungsi untuk sebagai akar pendukung untuk  memperkokoh batang terhadap kerebahan dan juga berperan dalam proses asimilasi.

Pada batang:
          Batang tanaman jagung beruas-ruas dengan jumlah ruas bervariasi antara 10-40 ruas. Tanaman jagung umumnya tidak bercabang, kecuali pada jagung  manis. Panjang batang jagung berkisar antara 60 cm-300 cm, tergantung tipenya. Ruas-ruas batang bagian atas berbetuk silinder dan ruas-ruas batang bagian  bawah berbentuk bulat agak pipih.

Pada daun:
          Struktur daun jagung terdiri dari tiga bagian yaitu kelopak daun, lidah daun, dan helai daun. Daun jagung tumbuh melekat pada buku-buku batang. Bagian permukaan daun berbulu ,dan terdiri atas sel-sel bullifor. Jumlah tanaman bervariasi antara antara 8-48 helai. Ukuranya berbda. Letak daunpada batang termasuk daun duduk bersilangan.

Pada buah dan biji
          Buah jagung terdiri dari tongkol, biji dan daun pembungkus. Pada umumnya biji jagung tersusun dalam barisan yang melekat secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8-20 baris biji. Biji pada tanaman jagung tersusun atas barisan yang melekat secara melurus dan berbelok-kelok dengan jumlah 8-20 biji dan berfungsi sebagai penyalur nutrisi. Biji jagung kaya karbohidrat. biji terdiri atas 3 bagian, yaitu kulit biji, endosperm dan embrio.

Pada bunga
          Pada setiap tanaman jagung terdapat bunga jantan dan betina yang letaknya berpisah. Bunga jantan terletak di malai bunga sedangkan bunga betina berada di tongkol jagung. Bunga jantan biasa terdapt di ujung tanaman masak terlebih dahulu dibandingkan bunga betina. Pada setiap batang terdapat tongkol yang bisa lebih dari satu.

ANATOMI
Akar   : Epidermis, hypodermis, parenkim, korteks, selaput sel endodermis, stele dan berkas pembuluh.
Batang : Tersusun atas epidermis yang berkatikula yang terdapt stomata,sistem jaringan akar berupa korteks dan empulur dan jaringan pengangkut.
Daun    : Jaringan epidermis daging daun dan berkas pengangkut



TANAMAN KENTANG

KLASIFIKASI
Divisi      : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Clas         : Dicothyledoceae
Ordo         : Tubiflorae
Famili       : Solanaceae
Genus       : Solannum
Spesies     : Solanum tubersolum L

TEORI
            Tanaman kentang berbentuk perdu dengan daun berlekuk berwarna hijau gelap, beberapa kultivar tumbuh menjalar di atas tanah seperti ketela rambat. Bunga tanaman kentang kecil seperti bintang warna putih, ungu, dan kuning jingga.

Pada daun:
            Pada umumnya daunnya berimbun dan letaknya berselang seling. Daun berbentuk oval agak bulat dengan ujung meruncing dan tulang daun menyirip. Warna masih muda berwarna hijau tua, sedangkan tua berwarna kelabu. Ukran daun dan tangkai tidak begitu panjang.

Pada batang:
            Batang tanaman kentang berbentuk segi empat dan segi lima tergntung  varietasnya. Bantangnya tidak berkayu, namun agak keras apabila ditekan. Batang kentang umumnya lemah sehingga mudah roboh. Warnanya hijau tua dengan pigmen ungu. Batang bercabang, setiap cabangnya dihuni daun yang lebat. Permukaan halus, pada ruas batang tempat tumbuh mengalami penebalan.

Pada akar:
            Pada perakaran akar kentang terdapat dua yaitu tunggang dan serabut. Pada akar tunggang bisa menembus hingga 45 cm, dan akar serabutnya menyebar. Akar berwarna keputihan dan halus berukuran sangat kecil. Diantara akar tersebut akan membentuk bakal umbi(stolon) yang selanjutnya menjadi umbi kentang.

Pada bunga:
            Tanaman kentang bisa berbunga apa tidak tergantung pada varietasnya. Warnanya kuning atau ungu. Bunga tumbuh pada ketiak paling atas. Jumlah tandan juga bervariasi. Bunga mempunyai 2 kelamin.bunga megalami penyerbukan akan menghasilkan buah dan biji.

Pada umbi:
            Munculnya umbi pada saat terhentinya pertumbuhan pemanjangan dari rhizome/ stolon sehingga membengkak. Ukuran, bentuk, warna umbi kentang bermacam-macam tergantung varietasnya. Bentuk umbinya ada yang oval, bulat, bulat panjang. Umbi kentang biasanya berwarna kuning, putih, dan merah. Umbi kentang mempunyai mata tunas.



0 komentar:

Posting Komentar